Bantuan ini meliputi bahan-bahan pokok kebutuhan rumah tangga.
Pandemi virus corona yang terjadi seluruh dunia membuat sebagian masyarakat mengalami kesulitan, khususnya di bidang ekonomi.
Berangkat dari hal tersebut, @sosma.soratice berbagi kebahagian kepada masyarakat. Melalui kegiatan Ramadhan Berbagi, @sosma.soratice menyalurkan paket sembako untuk dhuafa di sejumlah wilayah di Surakarta.
Laporan Acara: Pelatihan Dasar Bantuan Hukum (PDBH) oleh LBH Soratice
Laporan Acara: Pelatihan Dasar Bantuan Hukum (PDBH) oleh LBH Soratice
10 Juni 2023 PLUT Surakarta
Pada tanggal 10 Juni , Lembaga Bantuan Hukum Sorlo Raya Justice (LBH Soratice) dengan sukacita menghadiri undangan sebagai pemateri dalam kegiatan Pelatihan Dasar Bantuan Hukum (PDBH) yang diadakan oleh Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Himpunan Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang Surakarta. Acara ini diadakan dengan tema yang sangat relevan, yaitu "Keadilan dan Hukum dalam Konsepsi Demokrasi dalam Pembangunan Hukum".
Acara tersebut berlangsung di Gedung PLUT surakarta dan dihadiri oleh peserta yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa HMI Cabang Surakarta dan berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki minat dan ketertarikan dalam bidang hukum. Pelatihan ini diadakan dalam rangka memberikan pemahaman dasar mengenai bantuan hukum serta mengeksplorasi hubungan antara keadilan, hukum, dan konsep demokrasi dalam konteks pembangunan hukum di Indonesia.
Sesi Pematerian:
Pada kesempatan tersebut, LBH Soratice memiliki kesempatan untuk menjadi pemateri dalam beberapa sesi yang berfokus pada pemahaman dasar mengenai bantuan hukum, hak asasi manusia, dan perlindungan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam presentasi tersebut, di erikan oleh Made Ridho & Syauqi Libriawan sebagai perwakilan membahas pentingnya akses terhadap bantuan hukum bagi semua lapisan masyarakat, terutama yang kurang mampu secara ekonomi.
Selain itu, mereka juga berbicara tentang pentingnya menjaga prinsip-prinsip keadilan dalam konteks hukum dan bagaimana prinsip-prinsip tersebut mendukung konsepsi demokrasi yang sehat. Dalam diskusi yang terbuka, para peserta juga berkesempatan untuk berbagi pandangan dan pemikiran mereka mengenai interaksi antara hukum, keadilan, dan demokrasi.
Diskusi dan Tanya Jawab:
Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi bagian yang sangat dinamis dalam acara ini. Para peserta dengan antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait topik yang dibahas, seperti pengaruh hukum terhadap pembangunan demokrasi, peran mahasiswa dalam pembangunan hukum, dan tantangan dalam memberikan akses bantuan hukum yang adil dan merata.
Hasil dan Dampak:
Melalui acara ini, LBH Soratice berharap bahwa para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya peran hukum dalam menciptakan keadilan dan mendukung pembangunan demokrasi yang inklusif. Diharapkan pula bahwa acara ini dapat menginspirasi para peserta untuk berkontribusi dalam upaya memperjuangkan akses bantuan hukum yang merata serta meningkatkan kesadaran akan hak-hak asasi manusia.
Terakhir, LBH Soratice ingin mengucapkan terima kasih kepada LKBHMI Cabang Surakarta atas undangan ini. Kolaborasi semacam ini sangat penting dalam membangun kesadaran hukum dan mengedukasi masyarakat mengenai hak-hak mereka. Kami berharap kerjasama semacam ini dapat terus berlanjut dalam rangka menciptakan lingkungan hukum yang lebih adil dan inklusif.
Demikianlah laporan singkat mengenai partisipasi LBH Soratice dalam acara Pelatihan Dasar Bantuan Hukum (PDBH) yang diadakan oleh LKBHMI Cabang Surakarta. Kami berharap bahwa acara ini telah memberikan wawasan dan pemahaman yang berharga bagi semua peserta. Terima kasih.
Pendampingan massa aksi SOLO RAYA BERGERAK UNTUK PALESTINA oleh LBH Soratice. berjalan dengan lancar, tertib dan aman, selain itu dari Sosma Soratice juga membantu menggalang dana yang kemudian akan diserahkan ke ACT SOLO.
Terima Kasih untuk aparat Kepolisian & TNI yang melakukan pengamanan dan pengawasan protokol kesehatan serta memberi ruang bagi massa aksi sampai acara tuntas.
Konflik peperangan panjang antara Palestina dengan Israel, bukanlah masalah agama semata, namun ada perebutan serta pendudukan wilayah Palestina dan ini tentang kemanusiaan.
Kegiatan buka bersama yang dilaksanakan Divisi Sosial pada hari Senin, 10 Mei 2021 di
Asrama Yatim Dhuafa Mizan Amanah Solo
Kegiatan ini dimulai pada pukul 16.30 dengan agenda pertama pembukaan bersama-sama seluruh panitia, pengasuh
Asrama Yatim Dhuafa dan tentu saja saudara-saudara yang tinggal di Asrama tersebut. Kegiatan selanjutnya berupa permainan “tanya jawab” untuk memperebutkan doorprize yang telah disediakan panitia. Setelah waktu memasuki pukul 17.15 permainan pun usai dan dilanjutkan sambutan dari pengurus asrama,pantia @sosma.soratice menyerahkan santunan
dan ditutup dengan pesan dan kesan dari saudara-saudara asrama mizan amanah serta foto bersama.
Akhirnya buka bersama pun terlaksana setelah terdengar kumandang adzan Maghrib.
Setelah buka bersama, semuanya bergegas melakasanakan sholat Maghrib berjamaah. Seusai sholat maghrib, dilakukan do'a penutup dari pengurus asrama.
Buka bersama tersebut berlangsung penuh suka cita dan antusias yang begitu tinggi baik dari panitia maupun anggota Asrama Yatim Dhuafa Mizan Amanah Solo Terlihat suasana yang begitu hangat dan akrab.
Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:
"Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya. (HR. Thabrani dari Abu Hurairah).
SOSMA SORATICE @sosma.soratice
BERBAGI TAKJIL KE PENGGUNA JALAN
Jum'at 23 April, 2021
Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan terindah untuk kita saling berbagi dengan sesama. Salah satu momen yang paling meriah adalah kegiatan Berbagi Takjil. Momen Ramadhan 1442 Hijriah tidak disia-siakan oleh Lembaga Soratice. Kali ini salah satu bentuk kepedulian dan kebersamaan, para pengacara dan relawan soratice turut membagi takjil gratis kepada para pengguna jalan raya (Pengendara) tepatnya di kawasan seputaran pasar kleco solo.
Koordinator aksi bagi-bagi takjil gratis, Endri S selaku kadiv Sosma mengatakan mereka membagikan Paket Takjil dengan beragam jenis kue disertai Kolak Cup dari dana yang dikumpulkan secara sukarela dari para anggota lembaga.
“Kegiatan sosial ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap umat muslim yang menjalankan ibadah puasa,” imbuh Endri.
Ditambahkannya, bahwa saat di jalan, kemungkinan orang tidak sempat menikmati takjil di rumah, sehingga dengan pembagian ini mereka tetap bisa membatalkan puasa saat di jalan.
“Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat bagi warga. Selain itu, kita juga ingin memupuk rasa keikhlasan dan keimanan para anggota lembaga"
forum sebagai wadah komunitas Populasi kunci untuk berdiskusi bersama
Kamis / 20 Juli 2023
Kerentanan pada populasi program pencegahan dan penanganan HIV tidak hanya pada kesehatannya saja tetapi juga kerentanan mendapatkan kekerasan seperti stigma dan diskriminasi. Bentuk kekerasan tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang terdekat seperti pasangan, keluarga, masyarakat tetapi juga dilakukan oleh layanan Kesehatan.
Penanganan kerentanan khususnya untuk pemulihan secara psikologis, proses dan waktu lebih lama di masing – masing orang dalam penerimaan diri. Hal yang dapat dilakukan untuk penguatan mental salah satunya dengan konsep Psychological First Aid Sebagai salah satu upaya untuk mempertemukan kembali multistakeholder maka Solidaritas SPEK-HAM sebagai SSR dalam program Community Systems Strengthening & Human Rights (CSS-HR) mengadakan forum sebagai wadah komunitas Populasi kunci untuk berdiskusi bersama.
Hasil yang diharapkan sbb : • Adanya daftar kebutuhan para pegiat HIV dalam melakukan pendampingan kepada korban dan penyintas • Adanya sharing dari para pegiat HIV dan HAM dalam melakukan pendampingan kepada korban dan penyintas.
Forum yang diadakan oleh Solidaritas SPEK-HAM sebagai SSR dalam program Community Systems Strengthening & Human Rights (CSS-HR) pada tanggal 20 Juli 2023 adalah langkah yang sangat positif dalam upaya mengatasi kerentanan yang dihadapi oleh populasi yang terkena HIV. Forum ini menjadi ruang aman untuk berbicara tentang masalah stigmatisasi, diskriminasi, dan kekerasan yang dialami oleh populasi ini, serta membangun solusi bersama.
Manfaat Forum:
1. Pendampingan dan Dukungan Psikologis: Populasi yang terkena HIV sering mengalami kerentanan psikologis akibat stigma dan diskriminasi. Konsep Psychological First Aid yang diangkat dalam forum ini dapat memberikan panduan bagi para pegiat dan profesional dalam memberikan dukungan mental yang diperlukan.
2. Kekuatan Komunitas: Forum ini mengakui pentingnya peran komunitas dalam membantu pemulihan dan penguatan mental. Dengan mempertemukan berbagai stakeholder, termasuk populasi kunci dan pegiat HIV, forum ini memungkinkan pertukaran pengalaman dan pembelajaran bersama.
3. Pendampingan yang Lebih Efektif: Adanya daftar kebutuhan para pegiat HIV dalam melakukan pendampingan akan membantu meningkatkan kualitas pendampingan yang diberikan kepada korban dan penyintas. Sharing pengalaman dari para pegiat HIV dan HAM juga akan memberikan wawasan berharga tentang strategi dan praktik terbaik dalam pendampingan.
4. Advokasi Hak Asasi Manusia: Forum ini juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat advokasi terhadap perlindungan hak asasi manusia bagi populasi yang terkena HIV. Pengalaman yang dibagikan dan tantangan yang diungkapkan dapat menjadi bahan untuk mengadvokasi perubahan kebijakan yang lebih inklusif dan adil.
Hasil yang Diharapkan:
1. Peningkatan Kesadaran dan Pemahaman: Diharapkan bahwa forum ini akan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pendampingan dan dukungan psikologis bagi populasi kunci yang terkena HIV. Kesadaran tentang masalah yang dihadapi dan metode untuk mengatasinya dapat lebih disebarkan ke masyarakat luas.
2. Pembentukan Jaringan: Forum ini dapat menjadi awal terbentuknya jaringan kolaboratif antara pegiat HIV dan HAM. Kolaborasi ini akan memungkinkan pertukaran sumber daya, pengetahuan, dan pengalaman, yang akan meningkatkan kapasitas pendampingan dan advokasi.
3. Rekomendasi Kebijakan: Melalui diskusi, forum ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk perubahan kebijakan yang mendukung perlindungan hak asasi manusia dan pemulihan psikologis bagi populasi yang terkena HIV.
4. Penyebaran Praktik Terbaik: Sharing pengalaman dari para pegiat HIV dan HAM dalam pendampingan korban dan penyintas dapat menginspirasi praktik terbaik yang dapat diadopsi oleh pihak lain yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Dengan menghasilkan hasil-hasil yang diharapkan di atas, forum ini akan menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, pengertian, dan mendukung bagi populasi yang terkena HIV.
PENYULUHAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL: MEMBANGUN BENTENG PERLINDUNGAN ANAK SEJAK DINI
Oleh - Lilik Setiyawan
Di tengah maraknya kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur, LBH Solo Raya Justice bersama dengan mahasiswa magang Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengambil langkah proaktif. Pada Rabu (11/12/2024), mereka menggelar penyuluhan bertajuk "Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Di Bawah Umur: Perspektif Hukum dan Perlindungan Anak" di SMP Negeri Khusus Olahraga.
Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap fenomena kekerasan seksual yang kian mengkhawatirkan. Yang menarik, penyuluhan ini secara khusus menyasar siswa laki-laki, sebuah pendekatan yang terbilang unik mengingat diskursus kekerasan seksual selama ini cenderung terfokus pada korban perempuan. "Sudah saatnya kita mengubah paradigma bahwa kekerasan seksual bukan semata-mata persoalan perempuan," ujar salah satu penyelenggara saat ditemui di lokasi acara.
Tepat pukul 09.30 WIB, aula SMP Negeri Khusus Olahraga mulai dipenuhi peserta yang terdiri dari siswa dan guru. Atmosfer serius namun santai terbangun saat tiga pemateri dengan latar belakang berbeda mulai membagikan perspektif mereka menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh kalangan remaja.
M. Junaidi, S.Ag., S.H., M.A., dosen UMS yang juga praktisi hukum, membuka diskusi dengan pemaparan komprehensif tentang spektrum kekerasan seksual. Dengan gestur yang meyakinkan, beliau menjabarkan berbagai bentuk kekerasan seksual yang sering luput dari perhatian publik. "Kekerasan seksual bukan hanya tentang kontak fisik," tegasnya. "Ada bentuk-bentuk non-fisik yang sama destruktifnya, mulai dari pemaksaan kontrasepsi hingga kekerasan berbasis elektronik yang kini marak di era digital."
Pemaparan Junaidi diperkuat dengan landasan hukum yang kokoh, mengutip Pasal 1 angka 2 UU 35 tahun 2024. "Undang-undang ini memberikan definisi yang jelas tentang perlindungan anak sebagai hak fundamental yang harus dijamin negara," jelasnya sambil menampilkan slide presentasi yang informatif.
Direktur LBH Solo Raya Justice, Syauqi Libriawan, S.H., mengambil pendekatan yang lebih praktis. Dengan gaya presentasi yang interaktif, ia mengajak peserta mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan seksual yang mungkin terjadi di lingkungan mereka. "Candaan berbau seksual yang kalian anggap lucu bisa jadi adalah bentuk kekerasan," ujarnya, membuat beberapa siswa terlihat termenung. Libriawan juga memaparkan data-data mengejutkan tentang dampak trauma yang dialami korban, mulai dari gangguan psikologis hingga dampak sosial jangka panjang.
Sesi berikutnya dibawakan oleh I Made Ridho Ramadhan, S.Sos., C.Med., selaku founder Lembaga Solo Raya Justice (SORATICE) yang membawa diskusi ke ranah sosiologi. Dengan analisis yang tajam, ia membedah akar masalah kekerasan seksual dari perspektif struktur dan lingkungan sosial. "Ketimpangan relasi kuasa antara orang dewasa dan anak, ditambah norma sosial yang membungkam korban, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terjadinya kekerasan seksual," paparnya.
Made Ridho juga menyoroti fenomena melemahnya kontrol sosial di era modern. "Dulu, satu kampung bisa mengawasi anak-anak bersama. Sekarang, tetangga sebelah rumah pun kadang tidak saling kenal," tambahnya, mengundang anggukan dari para guru dan siswa yang hadir.
Interaksi yang hidup terjalin sepanjang sesi tanya jawab. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan kritis, mulai dari cara melindungi diri hingga prosedur melaporkan kejadian kekerasan seksual. Para pemateri dengan sabar memberikan jawaban komprehensif, sesekali diselingi contoh kasus nyata yang menambah bobot diskusi.
Yang menarik, penyuluhan ini tidak hanya berhenti pada aspek pencegahan. Para pemateri juga menekankan pentingnya membangun sistem dukungan yang efektif bagi korban. "Kita harus menciptakan lingkungan di mana korban merasa aman untuk bersuara," tegas Libriawan. "Stigma dan victim blaming harus dihentikan."
Menjelang akhir acara, diskusi berkembang ke arah peran teknologi dalam kekerasan seksual. Para siswa diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan perangkat digital. "Di era sekarang, kekerasan seksual bisa terjadi tanpa kontak fisik sama sekali," ingatkan Junaidi. "Berhati-hatilah dengan apa yang kalian bagikan online."
LBH Solo Raya Justice, melalui program khususnya di bidang Kekerasan Seksual, melihat penyuluhan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang pencegahan kekerasan seksual. "Kita menargetkan untuk menjangkau lebih banyak sekolah tahun depan," ungkap Libriawan. "Pencegahan harus dimulai sejak dini, dan edukasi adalah kuncinya."
Penyuluhan yang berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua anak. Para peserta diminta berfoto bersama dan meneriakan yel-yel yang secara simbolis berisi komitmen untuk aktif mencegah dan melaporkan kekerasan seksual.
"Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang," tutup Made Ridho. "Perubahan dimulai dari pemahaman, dan hari ini kita telah meletakkan fondasinya." Dengan berakhirnya acara ini, harapan baru telah ditaburkan di SMP Negeri Khusus Olahraga - harapan akan generasi yang lebih sadar, peduli, dan berani menjadi agen perubahan dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak.