Kota Solo Harus Punya Kerangka Program
Pencegahan, Penanganan dan Pemulihan dari Kasus Kekerasan Seksual
Kota Solo Harus Punya Kerangka Program
Pencegahan, Penanganan dan Pemulihan dari Kasus Kekerasan Seksual
Kekerasan seksual adalah ancaman nyata yang mengintai keamanan warga, terutama perempuan dan anak-anak. Sayangnya, kasus ini seringkali terjadi di mana-mana, termasuk di Kota Solo yang dikenal sebagai kota budaya dan pariwisata. Untuk menjadikan Solo sebagai kota yang aman dari kekerasan seksual, diperlukan komitmen dan upaya konkret dari pemerintah kota melalui kerangka program yang komprehensif.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah pencegahan. Pemerintah kota harus meningkatkan kampanye edukasi dan sosialisasi mengenai kekerasan seksual, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat umum. Pemahaman yang tepat tentang apa itu kekerasan seksual, bentuk-bentuknya, dampaknya, serta hukuman bagi pelakunya, sangat penting untuk mencegah terjadinya kasus serupa. Selain itu, pelatihan dan seminar tentang kesetaraan gender dan penghargaan terhadap hak asasi manusia juga perlu digencarkan. Seperti yang dilakukan pemerintah Australia. Negara ini memiliki kerangka hukum dan kebijakan yang kuat untuk melindungi anak-anak dari kekerasan seksual. Pada tahun 2017, Australia meluncurkan Strategi Nasional untuk Mencegah Kekerasan Terhadap Anak 2018-2025. Strategi ini merupakan komitmen lintas pemerintah untuk melindungi anak-anak dari kekerasan, termasuk pelecehan seksual. Strategi ini berfokus pada pencegahan, intervensi dini, dukungan bagi korban dan pelaku, serta penguatan sistem perlindungan anak. Australia memiliki undang-undang yang ketat terkait kejahatan seksual terhadap anak. Pelaku dapat dikenakan hukuman penjara yang berat, serta terdaftar sebagai pelaku seksual terdaftar seumur hidup. Selain itu, terdapat unit khusus kepolisian yang menangani kasus-kasus kekerasan terhadap anak. Australia juga memiliki sistem pelaporan yang memudahkan masyarakat untuk melaporkan kasus-kasus pelecehan seksual anak. Terdapat saluran telepon hotline dan portal online yang dapat diakses secara anonim. Pemerintah juga bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah untuk memberikan layanan dukungan dan konseling bagi korban.
Pemerintah kota Solo harus memastikan adanya mekanisme pelaporan yang aman, mudah diakses, dan terpercaya bagi para korban. Kemudian, proses penanganan kasus harus dilakukan secara cepat, profesional, dan tidak memihak. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku juga menjadi kunci untuk memberikan efek jera dan rasa aman bagi masyarakat.
Terakhir, pemulihan bagi korban kekerasan seksual harus menjadi prioritas. Pemerintah kota perlu menyediakan layanan konseling dan pendampingan psikologis untuk membantu korban mengatasi trauma dan kembali membangun kepercayaan diri. Selain itu, program pemberdayaan ekonomi dan keterampilan juga diperlukan agar korban dapat mandiri secara finansial dan membangun kehidupan yang lebih baik dengan disertai insentif khusus untuk pemulihan korban kekerasan seksual. Selain itu guna melengkapi program pemulihan ini penting adanya pembangunan rumah aman (shelters) yang merupakan salah satu komponen penting dalam upaya pemulihan secara intensif dan inklusif bagi korban kekerasan seksual di Kota Solo.
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pentingnya rumah aman ini:
1. Tempat Berlindung yang Aman
Rumah aman menyediakan tempat yang aman dan terlindungi bagi korban kekerasan seksual untuk mendapatkan perlindungan sementara dari pelaku ataupun ancaman lebih lanjut. Ini menjadi sangat penting terutama jika pelaku adalah orang terdekat korban seperti anggota keluarga atau tetangga.
2. Dukungan Psikologis Intensif
Korban kekerasan seksual seringkali mengalami trauma mendalam secara psikologis. Di rumah aman, mereka dapat mendapatkan konseling dan terapi psikologis intensif dari tenaga profesional untuk membantu proses penyembuhan trauma tersebut.
3. Akses terhadap Layanan Terpadu
Rumah aman dapat menjadi sentra layanan terpadu bagi korban, di mana mereka dapat mengakses berbagai layanan seperti bantuan hukum, pelayanan kesehatan, keterampilan vokasional, dan dukungan sosial lainnya yang dibutuhkan untuk proses pemulihan secara menyeluruh.
4. Lingkungan Inklusif dan Nyaman
Rumah aman harus didesain sedemikian rupa agar menyediakan lingkungan yang inklusif dan nyaman bagi korban dari berbagai latar belakang, seperti penyandang disabilitas, korban dengan anak-anak, atau korban dari kelompok rentan lainnya.
5. Menjaga Kerahasiaan dan Privasi
Kerahasiaan dan privasi korban harus dijaga dengan ketat di rumah aman ini, sehingga mereka dapat merasa aman dan terlindungi selama proses pemulihan.
Dengan adanya rumah aman yang memadai, Kota Solo dapat memberikan dukungan yang lebih komprehensif bagi para korban kekerasan seksual dalam upaya memulihkan kondisi fisik, mental, dan sosial mereka. Ini akan menjadi langkah penting untuk mewujudkan Kota Solo sebagai kota yang aman dan ramah bagi semua warganya, terutama kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.
Dengan kerangka program yang mencakup pencegahan, penanganan, dan pemulihan, Kota Solo akan menjadi contoh yang baik dalam upaya memberantas kekerasan seksual. Masyarakat akan merasa aman dan terlindungi, sehingga Solo benar-benar layak disebut sebagai kota yang ramah bagi semua warganya, tanpa diskriminasi dan kekerasan.
Ditulis Oleh : I Made Ridho